Lintas Persada LDII

Gedung Sekretariat DPD LDII Kota Balikpapan diresmikan langsung oleh Walikota Balikpapan Imdaad Hamid,SE, 13/01. Gedung yang berlokasi di Jl.Syarifuddin Yos No.10 Balikpapan ini dalam peresmiannya disaksikan pula oleh Kepala Departemen Agama Balikpapan Drs.H.Ahmad Kusasi,MPd, Ketua DPD LDII Prov. Kaltim Dr.Ir.Krisna Purnawan Chandra,Msc, Ketua DPD Kota Balikpapan H.Abdul Rahman Zain dan jajarannya, perwakilan MUI, pejabat setingkat Muspida, Camat Balikpapan Selatan Hariyadi Ssos,MSi, Lurah Sepinggan Drs.H.Samsudin Side, dan RT-RT setempat, sekitar 2000 warga LDII  dan para undangan lainnya dari berbagai elemen masyarakat di Balikpapan.

Dalam salah satu sambutannya, Abdul Rahman Zain menyatakan bahwa sesungguhnya warga LDII tidak pernah memusuhi siapapun, tidak pernah mengkafirkan golongan lain apalagi menyebutnya najis. Masjid yang dikelola LDII terbuka bagi siapa saja.

Sementara itu Walikota Imdaad Hamid,SE mengatakan dengan semangat dan rasa bangganya terhadap warga LDII yang  selama ini banyak di fitnah dengan isue-isue yang berkembang tapi tidak pernah membuat keributan. ” Akhirnya saya bisa hadir dan menyaksikan sendiri di sini tidak terbukti apa yang difitnahkan. Saya nyatakan jika ada yang mengatakan warga LDII tidak mau bergaul dengan golongan lain  dan jika ada yang sholat di Masjid LDII akan dipel, maka mulai hari ini saya nyatakan bahwa itu fitnah. LDII dengan paradigma barunya ini telah saya buktikan sendiri. Saya pun sholat Jum’at di sini, di Masjid Baitul A’la Sepinggan Balikpapan,” tegas Imdaad lagi.

Rangkaian peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan membuka selubung papan nama oleh Walikota Imdaad Hamid,SE. Lalu acara ditutup dengan doa oleh Kepala Departemen agama Balikpapan Ahmad Kusasi. [abdul malik/d86]

Warna pelangi memang diciptakan Alloh bermacam warna sehingga tercipta keindahan. Apa jadinya jika warna pelangi itu hanya satu warna. Tentunya manusia tidak dapat menikmati indahnya bermacam warna pelangi. Demikian pula dengan Islam. Bahwa umat Islam memang berbeda-beda, tetapi tentunya masih dalam bingkai Islam maka terjadi harmoni dan keindahan. Hal itu disampaikan Ketua MUi Kab.Tabalong KH.Abdullah Sabik saat memberikan ceramah agama pada warga LDII Tabalong. Lebih lanjut KH.Abdullah Sabik menyatakan bahwa khotbah Jum’at yang dibawakan oleh Khotib Sholat Jumat (Ust.Hifnie Rosadi) di Masjid Baitul Muchlisin menggunakan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits-hadits Shohih.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Ketua DPD LDII Kab.Tabalong Suprasongko HS mengatakan bahwa pengajian-pengajian yang diadakan oleh LDII terbuka untuk umum. Materi yang dikaji adalah Al Qur’an dan Hadits dengan tenaga muballigh yang telah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Hal itu disampaikan Suprasongko ketika membuka Asrama Qiroatussab’ah yang diadakan oleh DPD LDII Kab.Tabalong. sekitar 50 orang muballigh mengikuti asrama selama seminggu dengan pengajar Ust.Nurdiantoro, Ust.Amer Mutholib dan Ust.Akbar.  [noer alle/d86]

Walikota Gorontalo Drs.H.Medi Botutihe melepas peserta pawai Hijrotul Rosul di halaman Rumah Dinas Walikota. Peserta pawai terdiri dari ratusan regu yang merupakan perwakilan dari dinas jawatan, LSM, ormas, sekolah dan lain-lainnya. Pawai berkeliling kota Gorontalo ini diikuti mobil hias, motor hias, sepeda hias, bentor hias, bendi hias dan pawai jalan kaki.

Dalam sambutannya Walikota Medi Botutihe mengajak warga mengambil makna dari peristiwa hijrah yang dilakukan Rosululloh. “Mari jadikan tahun baru Islam sebagai momentum untuk mewujudkan masyarakat madani yang maju, sejahtera dan berkwalitas,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, DPD LDII Kota Gorontalo juga mengikuti pawai itu dengan mengirimkan peserta pawai kendaraan bermotor dan berjalan kaki. Ketua DPD LDII Kota Gorontalo yang mengikuti pawai mengatakan bahwa LDII Gorontalo mendukung mewujudkan Kota Gorontalo menjadi Serambi Madinah.  [sidin laya/d86]

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1429H, pengurus DPD LDII Prov.Sulsel mengadakan dua pengajian akbar di tempat terpisah di Kota Makassar. Pengajian ini menurut Sekretaris DPD LDII Sulsel Drs.H.M.Renreng Tjolli,MAg, merupakan slah satu pengajian yang secara rutin diadakan LDII dari mulai tingkat PAC, PC, Kota hingga provinsi.

Pengajian pertama diadakan di Masjid Nurul Huda, Gunung Sari dengan penceramah Sekum MUI Sulsel Prof.Dr.HM.Ghalib,MA. Dalam tausiahnya Prof.HM.Ghalib menyatakan bahwa warga LDII mengkaji dan mengamalkan Al Qur’an dan Hadits. Lebih lanjut mantan Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Makassar ini menegaskan bahwa isu-isu yang beredar tentang LDII adalah fitnah. Pihak-pihak yang tidak menginginkan makin berkembangnya LDII-lah yang menyebarkan fitnah keji itu. “Padahal sumbangsih LDII terhadap pembinaan umat di bidang spiritual sangat besar,” ujar Prof.Ghalib.

Sementara itu di Masjid Roudhotul Jannah, Daya, pengajian diisi dengan ceramah agama dari Prof.Dr.H.Abd.Rahim Yunus,MA. Mantan Sekum MUI Sulsel dua periode ini mengajak warga meningkatkan kerukunan, kekompakan dan bekerja sama dengan semua komponen masyarakat dalam bingkai NKRI. Lebih lanjut Purek Bidang Administrasi dan Keuangan Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar menambahkan, “LDII harus lebih meningkatkan kontribusi di bidang peningkatan SDM dan memerangi kemiskinan.”  [renreng/d86]

Wakapolres Luwu Albert Ully,SH bersam Tim Penyuluhan Anti Narkoba mendatangi pengajian umum dan memberikan penyuluhan pada warga. Pengajian yang diadakan DPD LDII Kab.Luwu itu dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin, Belopa. Hadir dalam acara itu Kepala Kantor Depag Kab.Luwu Drs.Syamsuddin Salam, tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama dan ratusan warga masyarakat.

Dalam ceramahnya, Alberth Ully memaparkan tentang dampak jelek penggunaan narkoba. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk mencegah generasi muda kita dijangkiti miras, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. Hal ini bukan saja yanggung jawab polisi semata, tetapi harus didukung semua lapisan masyarakat. Jangan sampai kita terjerumus ke dalamnya. Jangan coba-coba!” ucap Alberth.

Sementara itu Ketua DPD LDII Kab.Luwu Mujahidin Agus,SPd,MSi dalam sambutannya menegaskan komitmen LDII akan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar, termasuk di dalamnya memerangi narkoba. [jidin/d86]

Bagi muda-mudi, anjangsana, apalagi ke tempat yang memiliki objek wisata biasanya selalu diminati. Ini yang tampak ketika sekitar 72 muda-mudi dari Kotamadya Palopo berkunjung ke Soroako di Kabupaten Luwu Timur, 1-2/03.    Meskipun telah menempuh perjalanan yang cukup jauh, muda-mudi Palopo tampak antusias begitu tiba di Soroako. Ketua DPD LDII Kab.Luwu Timur, Mas’ud Magani Wanhat LDII Luwu Timur H.A.Kaddas ,menyambut dengan penuh kekeluargaan. Kegiatan kebersamaan dilanjutkan dengan perkenalan antar kedua belah pihak. Lalu pada hari berikutnya diadakan pertandingan sepak bola antara kesebelasan muda-mudi tuan rumah dari Soroako berhadapan dengan kesebelasan muda-mudi dari Palopo.

Pertandingan  yang berlangsung di Lapangan Benteng, Soroako ini, disaksikan para warga LDII yang bermukim di Soroako beserta para pengurus LDII. Usai pertandingan, acara dilanjutkan dengan tamasya ke tepi Danau Matano. Di tepi Danau Matano,  muda-mudi mendapatkan lagi siraman rohani maupun penambahan wawasan untuk bekal kehidupan di masa depan. Turut mengisi siraman rohani ini, antara lain, Mas’ud Magani, yang juga salah satu tokoh masyarakat di Soroako. Saat ini, Mas’ud Magani juga menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Soroako. Selain itu, salah satu pengurus DPD LDII Luwu Timur, Basri Kambatu, juga memberikan wawasan keilmuan dan  tantangan masa depan bagi muda-mudi.

Setelah siraman rohani, acara dilanjutkan dengan berbagai permainan. Namun sebagian rombongan muda-mudi, ada yang berenang di tepi Danau Matano, yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan paling dalam nomor 6 di dunia. ”Wah airnya jernih dan bening, namun tidak dingin. Jadi asyik sekali untuk berenang di sini,” komentar salah seorang muda-mudi dari Palopo. [iskandar siregar/d86]

Warga LDII Kab.Ponorogo beberapa waktu yang lalu bekerja bakti mengecor kubah Masjid Wali Barokah, Kepatihan. Renovasi dilakukan karena masjid tersebut sudah tidak dapat menampung warga saat beribadah. Menurut Ketua DPD LDII Kab.Ponorogo Suyadi, masjid ini akan diperluas menjadi berukuran 20m x 20m. Sehingga diharapkan masjid ini dapat mengakomodir berbagai kegiatan masyarakat dalam beribadah.  [edy suwarsana/d86]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.